Laman

Kamis, 23 Oktober 2014

Karya Tulis Ilmiah Bertema Bahasa Sunda Diambang Pintu Kepunahan Akibat Generasi Muda Yang Kurang Berminat Untuk Melestarikannya



Basa Sunda Dilawang Panto Katumpuran Kusabab Nonomanna Anu Kurang Aya Minat Kanggo Ngamumulena

Karya Tulis Ilmiah

diajukeun kanggo nyumponan salah sahiji pancen basa Sunda
ku

Rizki Amalia Nurfadhilah
NISN  9991004187
IX-H





41608_115660530960_3372795_n.jpg


DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 1 SUMEDANG
Jln. Kebonkol No. 18 Sumedang Telp (0261) 201358
2014

 

LEMBAR PENGESAHAN
Bahasa Sunda Diambang Pintu Kepunahan Akibat Generasi Muda Yang Kurang Berminat Untuk Melestarikannya”


Disetujui dan disahkan oleh :
             Pembimbing I,                                                           Pembimbing II,

        Dedeh Karmita, S.Pd.                                         Arip Budiman, S.Pd., M.Pd.
NIP : 19600422 196103 2 002                                   NUPTK: 7134752654200033


Diketahui oleh
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sumedang,

Euis Arifianti, S.Pd., M.M.Pd.
NIP : 19640219 198703 2 006










Motto :
“ Raihlah Kebahagiaan dengan Kejujuran”
“Hadapi dan Jalanni hidup ini seperti air yang mengalir, dengan Keikhlasan, Kesabaran, Ketabahan, dan Ketawakalan, Insyaallah disanalah kamu mendapat kebahagiaan dan arti hidup yang sesungguhnya J










Persembahan :
Dengan segenap hati dan penuh rasa syukur kupersembahkan karya yang sederhana ini kepada: Ibunda, Ayahanda, Adikku, Kedua Kakek dan Nenekku, Paman dan Bibikku, Sahabat-sahabat dekatku, dan seluruh sanak saudara yang selalu memberi dukungan dalam ikatan persaudaraan yang begitu hangat serta  yang setiap waktu selalu berdo’a untuk keberhasilanku, Islam agamaku, pedoman dan penerang jalan hidupku. Serta Almamater kebanggaanku SMP Negeri 1 Sumedang.
LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Bahasa Sunda Diambang Pintu Kepunahan Akibat Generasi Muda Yang Tidak Berminat Melestarikannya” beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat ilmiah. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung risiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

Yang membuat pernyataan,

Rizki Amalia Nurfadhilah


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang ikut serta dalam setiap cita dan cinta agar senantiasa langkah kita terpapah lewat hidayah yang tumpah tercurah dan selalu bersimpuh di pelupuk Nur yang teguh terpancuh. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada sang pembawa risalah Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, tabi’in tabi’at serta pemegang dan penerus risalah yang istiqomah untuk menegakkannya di muka bumi hingga akhir kehidupan ini. Aamiin.
Selanjutnya, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
1.      Euis Arifianti S.Pd M.M.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sumedang.
2.      Kurniati S.Pd selaku Wali kelas IX-H SMP Negeri 1 Sumedang Tahun 2013/2014.
3.      Dedeh Karmita S.Pd selaku guru mata pelajaran Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing yang tidak pernah merasa bosan dalam memberikan saran dan bimbingan kepada penulis dengan penuh kesabaran.
4.      Arip Budiman S.Pd M.Pd selaku guru mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup sekaligus pembimbing yang selama ini membimbing penulis dengan penuh kesabaran dan selalu memberikan motivasi untuk selalu bersemangat dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini.
5.      Rekan-rekan seangkatan, Kakak kelas dan Adik kelas yang telah memberikan saran dan masukkan.
6.      Kedua orangtua serta keluarga besar yang selalu memberikan dukungan baik moril maupun materil serta tak henti-hentinya berdo’a demi keberhasilan penulis.
Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa tersusunnya Karya Tulis Ilmiah yang berjudul ‘Bahasa Sunda Diambang Pintu Kepunahan Akibat Generasi Muda Yang Kurang Berminat Untuk Melestarikannya’ ini berkat bantuan, bimbingan, nasehat serta petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu dari lubuk hati yang paling dalam penulis mengucapkan terima kasih, semoga Allah SWT berkenan memberikan balasan yang berlipat ganda atas kebaikan yang mereka berikan kepada penulis.
Akhirnya, penulis berharap semoga Karya Tulis Ilmiah ini menjadi bahan masukan atau sumbangsih yang bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya kita semua. Aamiin.

Penulis,
relief-candi-borobudur-945x708.jpg
DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PENGESAHAN.......................................................                  i
MOTTO DAN PERSEMBAHAN............................................                  ii
LEMBAR PERNYATAAN.......................................................                 iii
KATA PENGANTAR...............................................................                  iv
DAFTAR ISI...............................................................................                  vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.....................................................................                 1
1.2  Rumusan Masalah................................................................                 2
1.3  Batasan Masalah..................................................................                  3
1.4  Tujuan..................................................................................                  3
1.5  Manfaat................................................................................                 4
1.6  Sasaran.................................................................................                 4
1.7  Metode Penulisan.................................................................                 5
1.8  Sistematika...........................................................................                 5
BAB II PEMBAHASAN MASALAH
    2.1 Mendeskripsikan penyebab pelajar kurang berminat dalam
menggunakan bahasa Sunda................................................                 6
    2.2 Mendeskripsikan perkiraan punahnya bahasa Sunda..........                  8
    2.3 Mendeskripsikan minat bangsa lain dalam bahasa Sunda...                 9
    2.4 Mendeskripsikan cara melestarikan bahasa Sunda..............                 10
 BAB III PENUTUP
    3.1 Simpulan................................................................................               13
    3.2 Saran.......................................................................................              13
DAFTAR PUSTAKA....................................................................              15



BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Kebudayaan adalah hasil, cipta, rasa, karsa manusia. Kebudayaan merupakan modal utama untuk mengembangkan kebudayaan nasional. Syarat-syarat menjadi kebudayaan nasional : (1) Menunjukkan ciri/identitas bangsa, (2) Berkualitas tinggi sehingga diterima oleh seluruh bangsa Indonesia, (3) Pantas dan tepat diangkat sebagai budaya nasional.
Bentuk kebudayaan : (1) Kebudayaan berupa gagasan diantaranya ; ilmu pengetahuan, adat istiadat & peraturan, (2) Kebudayaan yang berupa kebiasaan ; tata cara pergaulan, kesenian, & perkawinan, (3) Kebudayaan berupa benda ; alat rumah tangga, perhiasan, pusaka, & kendaraan.
Bentuk kehormatan keanekaragaman budaya : (1) Mengormati kelompok lain yang menjalankan kebiasaan & adat istiadat, (2) Tidak menghina hasil budaya suku bangsa lain, (3) Mau menonton seni pertunjukkan nasional, (4) Mau belajar & mengembangkan berbagai jenis seni tradisional, (5) Bangga dengan hasil kebudayaan dalam negeri.
Cara-cara pelestarian & pengembangan adat istiadat : (1) Mengkombinasikan keanekaragaman lokal untuk mempertahankan kebudayaan Nasional, (2) Menciptakan stabilitas nasional, (3) Menjaga, melindungi, & membina adat istiadat nilai sosial budaya masyarakat, (4) Menumbuhkembangkan semangat kebersamaan & kegotongroyongan, (5)Partisipasi, Kreativitas & kemandirian masyarakat, (6) Terbentuknya komitmen & kepedulian masyarakat yang menjunjung tinggi nilai sosial budaya. Aspek pelestarian warisan sosial budaya : Perlindungan, pemeliharaan, perbaikan, mengembalikan kepada bentuk aslinya, penyesuaian kembali, & pembentukkan kembali.
Bahasa Sunda merupakan suatu kebudayaan berupa gagasan. Bahasa Sunda adalah bahasa asli yang terdapat di Tatar Sunda. Bahasa Sunda bahkan termasuk bahasa yang saat ini sedang banyak dipelajari oleh bangsa lain di dunia, termasuk di Amerika.
PBB melalui UNESCO telah menyebutkan bagaimana pentingnya mengangkat bahasa Ibu (basa Indung). Artinya, masyarakat Sunda harus mengangkat bahasa Sunda sebagai bahasa Ibunya. Usaha UNESCO untuk mengangkat bahasa Ibu adalah dengan ditetapkannya setiap tanggal 21 Februari sebagai bahasa Ibu Internasional. Oleh sebab itu, setiap tahunnya di Bandung selalu diadakan peringatan hari itu.
Bahasa Sunda yang kaya akan bahasanya ini, kini mulai redup dikarenakan kebanyakan masyarakatnya khususnya pelajar di Tatar Sunda tidak berminat untuk mempelajari dan melestarikan bahasa Sunda ini. Padahal, orang luar suku Sunda banyak yang ingin belajar bahasa Sunda dengan susah payah. Dan sebalikanya, orang Sunda-nya sendiri malah meninggalkannya.
1.2    Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah di atas, penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa penyebab Pelajar Tatar Sunda tidak berminat menggunakan bahasa Sunda ?
2.      Mengapa Bahasa Sunda diperkirakan akan cepat musnah ?
3.      Sejauhmana Bahasa Sunda ditinggalkan oleh pelajar Sunda dan malah dipelajari pelajar dari luar Sunda ?
4.      Bagaimana caranya agar pelajar Tatar Sunda mau mempertahankan bahasanya?
1.3    Batasan Masalah
Penulis membatasi permasalahan dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut:
Kurangnya minat generasi muda untuk melestarikan bahasa Sunda
1.4    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah:
1.      Untuk melengkapi tugas dari salah satu mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Lingkungan Hidup tentang pembuatan Karya Tulis Ilmiah di SMP Negeri 1 Sumedang tahun ajaran 2013/2014.
2.      Untuk mendeskripsikan penyebab pelajar di Tatar Sunda tidak berminat menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-harinya.
3.      Untuk mengingatkan pelajar Tatar Sunda jika bahasa Sunda diperkirakan akan musnah lebih cepat karena tidak dilestarikan.
4.      Untuk mendeskripsikan bahasa Sunda yang sekarang dipelajari bangsa lain.
5.      Untuk mendeskripsikan cara untuk melestarikan Bahasa Sunda.
1.5    Manfaat
Karya Tulis Ilmiah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan para pendidik dalam meningkatkan kepedulian terhadap Bahasa Sunda. Adapun manfaat yang diharapkan diantaranya sebagai berikut:
a.       Bagi Penulis
Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, serta hasil karya tulis ini bisa menjadi acuan untuk mengerjakan karya tulis selanjutnya tentunya lebih baik dari karya tulis ini.
b.      Bagi Pembaca
Untuk mengetahui jika sebagai generasi muda, harus mengangkat dan melestarikan bahasa Sunda karena sekarang ini mulai meredup.
c.       Bagi Pengajar
Untuk menambah wawasan guru agar lebih meningkatkan dan menambah ilmu pengetahuan khususnya tentang kebudayaan daerah bagi Siswa-siswi.
d.      Bagi SMP Negeri 1 Sumedang
Karya Tulis Ilmiah ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi Karya Tulis selanjutnya, dan semoga karya tulis ini dapat menjadi sumbangan dan bahan informasi bagi SMP Negeri 1 Sumedang.
1.6    Sasaran
Karya Tulis Ilmiah ini ditujukkan untuk Pelajar di wilayah Sunda khususnya dan untuk masyarakat Sunda pada umumnya.

1.7    Metode
Metode yang digunakan penulis dalam pembuatan karya tulis ini adalah:
a.       Metode Literatur
 Yaitu dengan menggunakan media internet dan buku.
b.      Metode Wawancara
Yaitu dengan mewawancarai pelajar lain.
1.8    Sistematika
Sistematika yang digunakan penulis dalam pembuatan karya tulis ini adalah:
-          BAB I yang terdiri dari :
Latar Belakang, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan, Manfaat, Sasaran,  Metode, dan Sistematika
-          BAB II yang terdiri dari :
Penyebab pelajar Tatar Sunda tidak mau menggunakan bahasa Sunda, Bahasa Sunda akan cepat punah, Bahasa Sunda yang malah dipelajari oleh pelajar dari luar suku sunda, dan Cara agar pelajar Sunda mau mempertahankan bahasanya.
-          BAB III yang terdiri dari :
Simpulan dan Saran






BAB II
PEMBAHASAN MASALAH
2.1  Penyebab pelajar Tatar Sunda yang kurang berminat dalam menggunakan bahasa Sunda
Alih-alih bahasa Sunda, siswa sekolah lebih memilih pelajaran bahasa Inggris karena dinilai lebih modern. Bahkan, banyak siswa yang menganggap mempelajari bahasa Sunda lebih sulit dan tidak berkolerasi dengan perangkat pendidikan kekinian, seperti komputer misalnya. Bahasa Sunda yang ada di Jawa Barat (tatar Sunda) mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain bermanfaat sebagai alat komunikasi, juga bisa digunakan untuk menghargai orang lain melalui bahasa yang baik dan halus atau sopan. Seperti kata pepatah ‘Mulutmu Harimaumu’ dan ‘Jalma mah hade ku omong, goreng ku omong’.
Dari 10 orang pelajar yang ditanya tentang apa penyebab pelajar Tatar Sunda enggan memakai bahasa Sunda, jawabannya hampir sama, yaitu sebagai berikut ;
1.      Karena, umumnya orang-orang menggunakan media dengan bahasa Indonesia. Misalnya di media-media sosial atau yang lainnya.
2.      Mungkin, pelajar merasa gengsi berbicara bahasa Sunda karena dia takut dibilang kampungan dan sebagainya. Jadi, pelajar sekarang adalah orang yang memengkan popularitas dirinya daripada budayanya sendiri.
3.      Karena, mungkin bahasa Sunda merupakan bahasa yang kurang modern.
4.      Mungkin pelajar tidak percaya diri, karena merasa takut salah mengungkapkan bahasa Sunda disebabkan belum memahami undak-usuk basanya.
5.      Mungkin karena zaman, sebab sekarang adalah zaman modern jadi bahasa Sunda itu dianggap kuno dan kurangnya penggunaan bahasa Sunda sehari-hari serta kurangnya kebanggaan akan bahasa nenek moyangnya,
6.      Karena, tidak terbiasa berbicara bahasa Sunda.
7.      Mungkin, karena sekarang banyak yang menganggap bahwa bahasa Sunda itu kampungan jadi mereka lebih menggunakan bahasa Indonesia tapi, banyak juga yang mencampur kedua bahasa tersebut seperti ‘Aku mah’.
8.      Mungkin, pelajar sekarang merasa bahasa Sunda itu sudah ketinggalan zaman, dan untuk belajar bahasa Sunda itu sangat sulit.
9.      Karena, kurangnya jam pelajaran bahasa Sunda di sekolah begitupun di lingkungan rumah mungkin orang tuanya tidak membiasakan anaknya untuk memakai bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.
10.  Tidak adanya kesadaran diri akan pentingnya menjaga dan melestarikan kebudayaan sendiri agar tetap ada demi masa depan anak cucu kita.
Dalam pemaparan 10 orang diatas dapat disimpulkan, jika penyebab dari pelajar tatar Sunda kurang beriminat untuk menggunakan bahasa Sunda adalah sebagai berikut ;
a.       Orang tua yang tidak membiasakan anaknya untuk menggunakan bahasa Sunda yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari,
b.      Kurangnya pemahaman tentang bahasa Sunda,
c.       Pelajar yang tidak memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga sebuah kebudayaan,
d.      Dampak globalisasi negatif karena, merendahkan kebudayaan sendiri.
2.2  Bahasa Sunda diperkirakan akan cepat punah
Apabila kita menggunakan bahasa Sunda dalam berbicara atau ngobrol sehari-hari akan merasa akrab dan merasakan persaudaraan. Orang Sunda mempunyai nasib sama. Hal ini akan sangat terasa seumpamanya kita ada di daerah lain atau ada di luar negeri menggunakan bahasa Sunda walaupun orang itu bukan saudara kandung. Disamping itu, bahasa Sunda akan menimbulkan rasa persatuan yang kuat. Dengan kata lain, bahasa Sunda sebagai alat pematri orang Sunda.
Ada ungkapan, bahasa adalah ciri suatu bangsa. Suatu bangsa akan berkurang citranya atau wibawanya apabila salah satu cirinya hilang. Begitu juga orang Sunda akan kurang ajen (harganya) apabila bahasa Sunda hilang dalam kehidupan sehari-harinya. Apakah pantas jika orang Sunda tidak bisa berbicara bahasa Sunda ?.
Orang Sunda khususnya dan umumnya Indonesia akan merasa kesal dan marah jika mendapati kebudayaannya di akui oleh bangsa lain. Tetapi, mereka baru menyadari akan pentingnya kebudayaan setelah ada hal seperti itu, mereka malah membiarkan dan mungkin malah merendahkan kebudayaannya yaitu berbahasa Sunda. Padahal, bahasa Sunda adalah bahasa yang kaya dan patut untuk kita pelajari.
Dengan ketidakpedulian masyarakat Sunda umumnya dan pelajar Sunda khususnya dalam menjaga dan melestarikan bahasa Sunda akan menjadikan bahasa Sunda ini cepat punah dan dari penelitian disebutkan jika di tahun 2300 nanti bahasa Sunda akan punah. Apa kita sebagai pelajar sekaligus generasi muda yang dimasa depan nanti seharusnya mengenalkan bahasa Sunda kepada anak cucu kita tidak miris mendengar hal tersebut ?. Sekarang ini, lebih banyak generasi muda yang menggunakan bahasa lain untuk berkomunikasi dan itu akan menjadikan lebih cepatnya bahasa Sunda punah.
2.3  Bahasa Sunda ditinggalkan oleh pelajar Sunda dan malah dipelajari pelajar dari luar Sunda
Bahasa Sunda kini lebih diminati oleh suku bangsa lain dan negara lain karena menurut mereka bahasa Sunda merupakan suatu bahasa yang kaya akan kata-kata. Dalam satu kata saja terdapat beberapa ungkapan (misalnya : Makan, Neda digunakan untuk menunjukkan diri sendiri, Tuang untuk menunjukkan kepada orang yang lebih tua, Dahar digunakan untuk orang yang seumuran/lebih muda dari kita, Emam merupakan bahasa yang halus/lemes, itu merupakan ungkapan makan yang biasa digunakan untuk manusia dan akan berbeda dengan ungkapan makan yang digunakan pada hewan).
Bahasa Sunda memang pantas untuk dipelajari semua orang di dalam maupun luar Negeri untuk upaya melestarikan dan menjadikan bahasa Sunda untuk masuk dikancah Internasional. Namun, mengapa orang yang banyak mempelajari bahasa Sunda adalah orang dari luar suku Sunda?. Apa orang Sunda tidak malu dengan kejadian ini ?.
Dalam beberapa acara di TV (televisi) sering kita melihat orang luar daerah/luar negeri sedang bersusah payah belajar bahasa Sunda. Namun, orang Sundanya malah merasa bahasa Sunda telah kuno dan tidak berarti. Dalam hal ini telah kita lihat jika generasi muda di Tanah Sunda benar-benar telah jauh meninggalkan budaya berbaha Sunda. Maka, jangan heran jika dimasa depan bahasa Sunda akan di klaim oleh bangsa lain dan anak cucu kita tidak akan tahu kebudayaan bahasanya.
2.4  Cara agar pelajar Sunda berminat untuk mempertahankan bahasanya
Bahasa Sunda seharusnya diwariskan dari generasi ke generasi. Bisa melalui dunia pendidikan, bisa juga dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk kebiasaan dan teladan. Dalam hal ini perlu kesadaran Pemerintah daerah dan orang Sunda untuk memelihara bahasa Sunda jangan sampai hilang begitu saja. Jangan sampai “Hirup teu Neut Paeh teu Hos”.
Untuk memelihara bahasa Sunda perlu meningkatkan minat siswa pada bahasa Sunda. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan. Dimulai dari lingkungan keluarga, Orang Tua diharapkan menggunakan bahasa Sunda ketika berbicara dengan anak. Jika terbiasa, anak akan lancar dalam menggunakan bahasa ibu ini.
Orang tua harus menjadi contoh pengguna bahasa Sunda yang baik dan benar. baik, artinya sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Benar, sesuai dengan aturan atau tata bahasa (undak-usuk basa).
Para pejabat pun, harus memberikan contoh. Apakah dalam obrolan sehari-hari, waktu pidato (biantara) atau rapat dinas. Masyarakat suka meniru kata-kata yang diucapkan oleh pejabat. Oleh karena itu, bahasa yang diucapkan oleh pejabat harus menjadi contoh, harus hati-hati, dan harus benar, baik isi maupun ucapannya.
Pendidikan bahasa Sunda di sekolah pun perlu ditingkatkan, karena telah ditetapkan dalam Perda No. 3 Tahun 2005 serta SK Gubernur Jawa Barat, bahwa Pelajarab Bahasa Sunda harus disampaikan di sekolah-sekolah dari mulai TK hingga SMA. Siswa bisa belajar bahasa Sunda, baik teori maupun praktiknya. Selain itu, berbagai kegiatan yang dapat menggugah simpati siswa mengenai bahasa Sunda, perlu lebih digalakkan. Misalnya, lomba menulis aksara cerita pendek, pidato, menulis artikel, membaca/menulis sajak atau membaca/menulis aksara Sunda dan lain-lain. Berbagai upaya itu tidak akan mencapai hasil yang memuaskan apabila orang Sunda tidak merasa bangga menggunakan bahasa Sunda.


BAB III
PENUTUP
3.1  Simpulan
3.1.1 Dengan pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini, diharapkan saya dapat memperoleh manfaat yang akan saya jadikan bekal untuk kedepannya. Serta dalam pembuatan karya tulis ini membuat saya lebih terampil dan bertanggung jawab menyelesaikan tugas yang telah saya terima.
3.1.2 Dan dalam pembahasan yang saya angkat, saya berusaha untuk mengingatkan dan mengajak teman-teman di Tatar Sunda untuk menjaga dan melestarikan budaya berbahasa Sunda yang kini telah mulai hilang akibat dampak negatif dari Globalisasi dibidang kebudayaan. Kita sebagai manusia tentunya harus bersosialisasi karena kita memang merupakan makhluk sosial dan itu artinya kita tidak akan bisa terlepas dari Globalisasi tersebut. Namun, alangkah baiknya jika kita juga tetap mempertahankan kebudayaan yang kita milikki demi bertahannya budaya yang kita milikki.

3.2  Saran
3.2.1  Saran yang akan saya berikan yaitu harus ditanamnya kepedulian di dalam diri Pelajar Tatar Sunda sebagai generasi penerus yang harus menjaga dan melestarikan kebudayaan berbahasa Sunda. Dan juga bila saja di Tatar Sunda lebih banyak diadakan lomba-lomba yang berkaitan tentang budaya berbahasa Sunda untuk pelajar mungkin akan menjadikan pelajar lebih paham dan merasa bangga berbahasa Sunda.
3.2.2 Peran serta dari Pemerintah Daerah untuk lebih mempertegas masyarakatnya untuk menggunakan bahasa Sunda yang baik dan benar juga akan merubah sedikitnya perilaku masyarakat Sunda umumnya dan pelajar Sunda khususnya untuk bangga berbahasa Sunda.


DAFTAR PUSTAKA
Ariantocahyadi.blospot.com
Arimcsetyavengesnce.blogspot.com
m.detik.com
m.republika.co.id
m.search.detik.com
zanuarpages.wordpress.com
santi9f.wordpress.com
Panduan Penulisan Karya Ilmiah (Laporan, Makalah, dan Skripsi)
Sudaryat, Yayat. 2011. Simpay Basa Sunda Jilid 3.
     Jakarta: Erlangga.



1 komentar:

  1. Saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok MBAH PESUGIHAN DANA GHAIB


    BalasHapus