Laman

Kamis, 23 Oktober 2014

PLH



MAKALAH PLH (PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP)
KEBUDAYAAN BERUPA BENDA : KENDARAAN (ANDONG KHAS YOGYAKARTA)


Rizki Amalia Nurfadhilah
IX-H


41608_115660530960_3372795_n.jpg







SMP Negeri 1 Sumedang
Tahun 2013/2014
Jln.Kebonkol No.18 Sumedang



KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang ikut serta dalam setiap cita dan cinta agar senantiasa langkah kita terpapah lewat hidayah yang tumpah tercurah dan selalu bersimpuh di pelupuk Nur yang teguh terpancuh. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada sang pembawa risalah Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, tabi’in tabi’at serta pemegang dan penerus risalah yang istiqomah untuk menegakkannya di muka bumi hingga akhir kehidupan ini. Aamiin.
Selanjutnya, penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
1.      Bapak Arip Budiman selaku Guru Mata Pelajaran PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) yang telah memberikan saya arahan dan bimbingan dalam mengerjakan tugas ini.
2.      Rekan-rekan seangkatan serta keluarga yang telah banyak memberikan dukungan.
Dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa tersusunnya makalah ini berkat bantuan, bimbingan, nasehat serta petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena itu dari lubuk hati yang paling dalam penulis mengucapkan terima kasih, semoga Allah SWT berkenan memberikan balasan yang berlipat ganda atas kebaikan yang mereka berikan kepada penulis.
Akhirnya, penulis berharap semoga makalah ini menjadi bahan masukan atau sumbangsih yang bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi kita semua. Aamiin.


Sumedang, 19 Januari 2014


Penulis


0923407-kusir-andong-p.jpgANDONG

Andong merupakan salah satu alat transportasi khas Kota Yogyakarta. Andong memiliki sebutan lain seperti dokar, delman, bendi, atau sado. Bedanya, Andong memiliki empat rpda. Sejarah Andong dimulai dari berdirinya Kraton Yogyakarta Hadininfrat, dimana para Raja-raja Mataram atau Yogyakarta dulu mempergunakan alat transportasi sebagai kendaraan kerajaan. Karena bentuknya yang unik dan mempunyai nilai arsitektur yang tinggi serta terlihat berwibawa, maka rakyat Mataram atau Yogyakarta pada zaman dulu menciptakan Andong sebagai alat transportasi.
Kereta keluarga kerajaan Yogyakarta memiliki nama Kereta Kencana, sedangkan untuk rakyat biasa disebut dengan nama Andong. Andong merupakan salah satu alat trasnportasi tradisional di Yogyakarta dan sekitarnya. Keberadaan Andong sebagai salah satu warisan budaya Jawa memberikan ciri khas kebudayaan tersendiri yang kini masih terus dilestarikan. Walaupun sudah banyak kendaraan bermotor yang lebih cepat dan murah, tetapi pengguna Andong di Yogyakarta ini masih cukup banyak. Andong-andongnini dapat ditemui dengan mudah di sepanjang jalan Malioboro, Pasar Ngasem, serta di Kotagede.
Semua kuda penarik Andong di Kota Yogyakarta akan dipasang celana. Celana berfungsi sebagai kantong penadah kotoran ini wajib digunakan untuk menampung kotoran agar tidak berceceran di jalan. Selama ini kotoran kuda dirasa mengganggu warga Kota karena, mengotori lingkungan dan menimbulkan bau tak sedap di jalan-jalan utama Kota Yogyakarta termasuk juga di sekitar Malioboro.
Saat ini di Kota Jogja terdapat 322 Andong. Keberadaan modal transportasi ramah lingkungan ini tetap dipertahankan untuk mendukung pariwisata. Yogyakarta merupakan satu-satunya kota terbesar di Indonesia yang mempertahankan becak dan andong. Kedepannya becak dan andong tak lagi menjadi alat transportasi umum, melainkan lebih dikhususkan sebagai sarana transportasi pariwisata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar