Laman

Kamis, 23 Oktober 2014

Sejarah Dakwah Nabi di Mekah




A.   Kondisi Masyarakat Arab Sebelum Islam
1.      Asal-Usul Masyarakat Arab
Bangsa Arab termasuk ras atau rumpun bangsa Caucasoid dalam sub ras Mediteraniean yang anggotanya meliputi wilayah sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia. Arabia dan irania. Bangsa Arab menurut silsilahnya berakhir pada Sam bin Nuh dimana darinya muncul bangsa Babilonia Khaldea. Asyuria, Ibrani, Phunisia, Aram dan Habsyi. Kecuali bangsa Arab bangsa ­bangsa keturunan Sam bin Nuh atau rumpun Semit ini sehagian besar sudah lenyap dan tidak dikenal lagi. Bangsa Arab terbagi atas dua kelompok yaitu Arah Baidah dan Baqiah. Arab Baidah adalah bangsa Arab yang sudah punah jauh sebelum Islam datang seperti kaum Ad, Tsamud, Jadis dan Thasm. Mereka tidak banyak diketahui riwayatnya kecuali dari kitab suci agama samawi atau diungkap oleh syair-syair Arab. Riwayat kaum Ad misalnya sebagaimana dikutip oleh Muhtar Yahya, pernah mendirikan sebuah kerajaan di Ahqof ( bagian selatan Jazirah Arab ) kira-kira tahun 2000 SM, semasa dengan kerajaan Khaldea (Babilonia Lama) di Mesopotamia Selatan. Kaum ini telah mencapai peradaban yang maju menurur ukuran zamannya dalam hal-hal pengolahan tanah, industri dan kerajinan. Begitu juga kaum Tsamud pernah mencapai kejayaan kira-kira pada tahun 1900 SM dengan mendirikan kerajaan di Wadi AI­ Qura (Hijaz utara) dengan menguasai wilayah dari Tabuk di utara sampai Al Ula di selatan. Merekapun telah mencapai peradaban yang maju dalam bertani, beternak, dan mernbuat kerajinan. Bahkan karena letaknya yang strategis diantara jalur perniagaan internasional saat itu (Barat, Mesir dan Persia), maka banyak diantara penduduknya menjadi saudagar ulung.

Arab Baqiah adalah bangsa Arab yang masih berkembang sampai saat ini. Bangsa Arab Baqiah terdiri dua kelompok yakni Arah `Aribah dan Arab Musta` ribah atau Muta'arribah, Arab 'Aribah disebut dengan Qohthaniyah yang bernenek moyang pada Qahthan, atau disebut juga dengan Yamaniyah karena bertempat tinggal di Yaman bagian selatan dari jazirah Arab. Sedang Arab Musta'ribah di sebut dengan Adnaniyyun, Nizariyyun atau Ma'adiyyun karena keturunan dari Adnan, Nizar atau Ma'ad yang mendiami wilayah utara jazirah Arab. Bangsa ini di sebut juga dengan Ismailiyah karena merupakan keturunan dari Ismail Ibn Ibrahim. 
Namun ada juga yang membagi bangsa Arab menjadi tiga kelompok yaitu pertama Arab Aribah, yang metiputi kaum Ad, Tsamud, Thasrn. Kedua Arab Muta'arribah; yaitu Qahthaniyyah dan ketiga Arab Musta'ribah; yaitu Arab Adnaniyah. Arab Qahtaniyyah menurunkan kabilah Jurhum dan Ya'rib. Dari `ya'rib menurunkan suku besar Kahlan dan Himyar. termasuk dalam suku Kahlan antara lain Thaii, Hamdan, Madzhij, Amilah, Judzam, Azed. Sedangkan yang termasuk suku Himyar antara lain, Qudla'ah, Tanukh, Kalb, Juhainah dan Udzrah. Arab Musta'ribah, Arab Adnaniyah akhirnya bercabang menjadi dua suku besar yaitu Kabiah dan Mudlar. Dari Kabiah muncul kabilah Asad yang menempati utara lembah Rimmah dan kabilah Wail yang bercabang menjadi suku Bakr dan Taghlab. Adapun dari Mudlor bercabang menjadi kabilah Qais Ailan yang menurunkan marga Hawazin dan Sulaiman; kabilah Tamim, kabilah Hudzail menempati pegunungan dekat Mekkah, dan kabilah Kinanah dimana suku Quraisy datang darinya.
2.      Sejarah Politik Arab Pra Islam
Orang-orang Arab terdiri dari orang-orang pedalaman dan perkotaan. Pemikiran politik orang-orang yang berada di pedalaman tentu saja sangat berbeda dengan orang-orang yang berada di perkotaan.
a.       Kabilah-Kabilah Badui (Pedalaman)
Orang-orang Badui hid up sebagai kabilah-kabilah kecil yang terpencar-pencar di dusun-dusun. Kesatuan kabilah-kabilah itu diikat oleh ikatan darah dan fanatisme. Maka, sangatlah sulit membangun ikatan di antara sejumlah besar kabilah itu untuk bisa membangun sebuah kerajaan. Karena, adanya tradisi pembangkangan di tengah-tengah mereka serta ketidaktundukan kabilah yang satu atas kabilan yang lain.
b.   Kerajaan Kindah (480-529 M)
Dia adalah satu-satunya kerajaan yang berdiri di tengah-tengah Jazirah Arab di antara hukum yang diatur berdasarkan kabilah. Namun, kerajaan ini berumur sangat pendek. Raja pertama kerajaan ini bernama Hajar Akil al-Mirar. Dia tunduk di bawah kerajaan Himyar di Yaman. Cucunya yang bernama Harits bin ‘Amr berhasil meluaskan pengaruhnya ke Hirah. Namun, kerajaan mereka hancur dan kembalilah kerajaannya pada kehidupan kabilah. Penyair yang bernama Imruul Qais salah seorang pengarang syair-syair masa jahiliah menisbat-kan dirinya pada raja-raja Kindah. Dia telah berusaha untuk membangun kembali kerajaan leluhurnya, namun gagal.
c.   Kerajaan-Kerajaan di Perkotaan
Kerajaan-kerajaan Arab perkotaan itu terpusat pada tiga kawasan yaitu Yaman, wilayah Utara, dan Hijaz.
Ø  Kerajaan-Kerajaan di Yaman
1)    Kerajaan Ma’in dan Kerajaan Qatban (1200SM-700SM)
Kedua kerajaan ini hidup di satu zaman. Keduanya adalah kerajaan paling awal di Yaman. Namun, sejarah tentang kedua kerajaan itu sangatlah sedikit.
2)   Kerajaan Saba’ (955 SM-115 M)
Kerajaan Saba’ ini berdiri setelah runtuhnya kerajaan Ma’in dan Qatban. Kerajaan Saba’ juga meliputi Hadharmaut. Ibukotanya adalah Ma’rab. Kerajaan ini menjadi terkenal disebabkan dua hal.
Pertama, adanya Ratu Bilqis. Kisah tentang ratu ini dengan Nabi Sulaiman disebutkan dalam surah an-Naml.
Kedua, Bendungan Ma’rab yang besar. Bendungan ini menjadikan Yaman menjadi sebuah negeri yang makmur dan sejahtera. Namun, kemudian bendungan ini semakin aus dan aikhirnya hancur binasa. Maka, terjadilah sebuah bencana air bah yang dahsyat. Akhirnya, penduduk setempat banyak yang pindah ke wilayah utara. Peristiwa ini sekaligus menjadi tanda kehancuran Saba’ dan berdirinya kerajaan Himyar.
Allah berfirman,
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka) dikatakan, makanlah olehmu dari rezeki yang dianugerahkan Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. Negerimu adalah negeri yang baik dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Tetapi mereka berpaiing, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua buah kebun yang berbuah pahit, pohon atal, dan sedikit dari pohon sidr.'” (Saba': 15-16)3)
Ø  Kerajaan Himyar
Kerajaan ini berdiri setelah runtuhnya kerajaan Saba’ dan menjadikan Zhafar sebagai ibukotanya. Raja-rajanya menggelari dirinya dengan Tababi’ah. Saba’ dan Himyar meninggalkan peninggalan-peninggalan yang menunjukkan keagungan kemajuan yang dicapai dua kerajaan ini.
Kerajaan ini kemudian semakin mundur di akhir-akhir pemerntahannya. Sehingga, Yaman diduduki oleh orang-orang Romawi dan disusul kemudian oleh Persia.
d.     Pendudukan Romawi di Yaman
Dzunuwas raja Himyar yang memeluk agama Yahudi memberi pilihan kepada orang-orang Masehi Najran antara memeluk agama Yahudi atau mereka harus mati. Temyata mereka lebih baik memiliki mati daripada dipaksa harus memeluk agama Yahudi. Maka, dia segera menggali parit dan mereka dibakar di dalam parit itu.
Allah berfirman mengenai mereka,
“Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya.”(al-Buruuj : 4-6)
Sebagian mereka melarikan diri dan meminta bantuan kepada penguasa Habasyah yang menganut agama Kristen (an-Najasyi) yang kemudian meminta bantuan pada kaisar Romawi-pelindung agama Kristen. Kaisar kemudian mengirimkan kapal perang dan senjata. Maka, Najasyi mampu menaklukkan kota Yaman berkat komandannya yang ber-nama Arbath.
Pada saat itu salah seorang pembantu dekatnya yang bernama Abrahah melakukan pemberontakan dan akhirnya membunuhnya. Maka, jadilah Abrahah penguasa di Yaman. Peristiwa ini terjadi pada saat hidupnya Abdul Mutthalib bin Hasyim, kakek Rasulullah.
e.    Pendudukan Orang-Orang Persia atas Yaman
Salah seorang anak raja Himyar yang bernama Saif bin Dzi Yazan melarikan diri ke Persia. Dia meminta bantuan kepada orang-orang Persia untuk mcngeluarkan orang-orang Habasyah dari negerinya. Maka, mereka pun bergerak dan mampu mengalahkan orang-orang Romawi.
Kisra Persia memerintahkan agar mengangkat Saif sebagai raja untuk seluruh Yaman. Setelah Saif terbunuh, Kisra mengirim Wahruz menjadi penguasa di Yaman dan tunduk di bawah pemerintahan Persia. Setelah Wahruz meninggal dia digantikan oleh anak-anak dan cucu-cucunya.
Tatkala Rasulullah diangkat sebagai Rasul, penguasa Yaman asal Persia saat itu adalah Badzan-salah seorang keturunan Wahruz. Rasulullah mengajak Badzan untuk memeluk Islam, la menyambut ajakan itu dan masuk agama Islam.
3.     Agama dan Kepercayaan Masyarakat Arab Pra-Islam
Mengkaji tentang Islam akan lebih sempurna bila kita mengkaji Arab pra-Islam terlebih dahulu, karena Islam lahir di tengah-tengah masyarakat Arab yang sudah mempunyai adat istiadat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sejarah perkembangan masyarakat Arab dalam kenyataannya tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan Islam. Bangsa Arab adalah suatu bangsa yang diasuh dan dibesarkan oleh Islam dan sebaliknya Islam didukung dan dikembangluaskan oleh bangsa Arab. Islam cepat tersiar dan tersebar luas ke penjuru dunia, berkat peranan bangsa Arab yang menjadi jalur penting bagi lalu lintas perdagangan.
Jazirah Arab adalah tempat lahirnya agama Islam dan kemudian menjadi pusat Islam, merupakan pusat dari peradaban dan kebudayaan Islam (Samsul Munir, 2009: 55). Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan bangsa Arab sampai menjadi bangsa yang besar, kuat dan bersatu adalah berkat kesetiaan dan keikhlasannya terhadap Islam. Pada masa Arab pra-Islam Mekah bukan saja disucikan dan dikunjungi oleh penganut asli Mekah tetapi juga orang-orang Yahudi yang bermukim di sekitarnya.
Di sini akan di bahas bagaimana agama dan kebudayaan bangsa Arab pra-Islam. Mengapa bangsa Arab pra-Islam mempunyai kebudayaan membunuh anak perempuan. Makalah ini akan menjawab pertanyaan tersebut dan memaparkan agama dan kepercayaan Arab pra-Islam. Selain itu, makalah ini juga akan membahas alasan bangsa Arab pra-Islam membunuh anak perempuan sehingga harapannya setelah membaca makalah ini, mahasiswa dapat mengetahui serta memahami agama dan kebudayaan Arab pra-Islam.
Sebelum agama Islam datang, ada beragam agama dan kepercayaan yang dianut bangsa Arab. Agama tauhid, yaitu agama yang mengesakan Tuhan. Agama Hanif yang dibawa Nabi Ibrahim dan puteranya Nabi Ismail termasuk dalam agama ini. Hanif artinya orang-orang Arab yang selama zaman jahiliyah tetap dalam agama Nabi Ibrahim a.s dan tidak menyembah berhala. Tapi kepercayaan agama Tauhid ini lama kelamaan berubah menjadi penyembahan berhala.
Menurut riwayat Ibnu Khalbi dalam kitab as-Ashnam, perubahan kepercayaan ini terjadi karena adat bangsa Arab untuk membawa batu yang diambil dari sekeliling Ka’bah bila mereka akan meninggalkan kota Mekah. Hal tersebut mereka lakukan karena mereka mencintai kota Mekah dan Ka’bahnya. Di manapun mereka berada, batu yang mereka bawa dari sekeliling Ka’bah itu dipujanya sebagaimana mereka melakukan thawaf di sekeliling Ka’bah (Fatah Syukur,2009:17). Maka penuhlah Ka’bah itu dengan berhala-berhala. Sebenarnya masih ada orang yang tetap mempercayai adanya Allah, tetapi terkontaminasi pada pemujaan berhala, sehingga mereka menjadikan berhala itu sebagai perantaranya. Sebagaimana dilukiskan dalam al-Qur’an :
"Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." (QS. Az-Zumar (39): 3)
Menurut riwayat, dalam Ka’bah itu terdapat 360 buah patung yang bermacam-macam bentuk dan warna menurut kemauan masing-masing kabilah dan suku (Ismail Ja’qub, 1972: 12). Ada empat patung yang terkenal yaitu Lata yang dianggap dewa tertua terletak di Tsaqif, Uzza disembah oleh suku Quraisy, Manah (Al-Qur’an, an-Najm (53): 20) disembah oleh suku Aus dan Khazraj, dan Hubal yang dianggap dewa terbesar disembah oleh kabilah Khoziman. Patung-patung itu dihancurkan ketika Nabi Muhammad dan pengikutnya dapat menguasai kota Mekah dan memasuki Baitullah pada tanggal 20 Ramadhan 8 H. Setelah itu lenyaplah kepercayaan Watsani di Jazirah Arab.
Agama Ashabiah, yaitu kepercayaan dan penyembahan kepada benda-benda langit seperti bulan, bintang, dan matahari. Mereka menyembah benda-benda langit karena menurut mereka benda-benda langit yang mengatur alam yang luas ini. Agama ini mula-mula dianut oleh bangsa Arab Bani Qahthan pada masa kerajaan Saba’ di Yaman.
Agama Yahudi berasal dari syariat yang dibawa Nabi Musa a.s untuk Bani Israil. Meskipun agama Yahudi sudah masuk ke Jazirah Arab, bangsa Arab kebanyakan masih menganut agama asli mereka yaitu percaya kepada banyak dewa yang diwujudkan dalam bentuk berhala dan patung (Badri Yatim, 2000: 15).
Sebagai manusia sudah pasti orang Arab pada zaman itu memiliki rasa iba dan kasih sayang kepada anak kandungnya. Tetapi sifat-sifat primitif mereka sebagai suku-suku pengembara, terlampau berlebihan dalam mendewa-dewakan harga diri, kehormatan dan nama baik keluarga kabilahnya. Kebiasaan membunuh anak perempuan karena takut lapar dan malu (Fatah Syukur, 2009: 21). Alasan mereka bahwa anak perempuan adalah biang dari petaka karena dari segi fisik perempuan lebih lemah dari pada laki-laki, ketika lemah secara otomatis akan menjadi batu sandungan bagi sang ayah atau ketua kelompok dan tidak bisa di ajak berperang.
Anak perempuan akan mengurangi pengaruh kabilahnya dalam percaturan dunia, penghambat pembangunan, kurang bisa mandiri dan menggantungkan pada laki-laki, dan itu semua adalah aib bagi mereka. Maka kekurangan itu harus ditutupi dan kalau perlu dibuang. Anak laki-laki juga akan dibunuh jika dinilai mempunyai watak penakut dan pengecut. Mereka dipandang tidak akan sanggup dan berani membela kehormatan dan harga dirinya sendiri serta nama baik keluarga dan kabilahnya (Faisal Ismail, 1984: 5).
Dengan fenomena tersebut hak-hak perempuan tidak terpenuhi bahkan tidak akan terpenuhi. Penghormatan dan pengagungan kaum perempuan berubah menjadi pelecehan seksual dan psikologi. Peran perempuan dikerdilkan menjadi masak, macak, manak atau sebagai simbol seks dan pelestarian nasab (Fatah Syukur, 2009: 21). Inilah salah satu yang di tentang Islam sesuai dengan firman Allah yang artinya “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu” (QS. Al-Hujuraat(49): 13). Anak  perempuan yang tidak dibunuh biasanya adalah dari kaum bangsawan karena untuk melanjutkan keturunan yang baik.
Menurut D. De Lacy O’Leary bangsa Arab sangat materialistik, berpandangan sempit dan berperasaan beku, tetapi terlampau peka bila kehormatan, nama baik dan kebebasannya tersinggung. Mereka dermawan terhadap tamu-tamunya dan sangat setia kepada kabilahnya. Mereka membangga-banggakan adat istiadatnya sendiri dan mengagung-agungkan bahasa serta kesusastraannya (Faisal Ismail, 1984: 5).
Dari pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa dalam hal kepercayaan bangsa Arab pra-Islam juga ditentang Islam. Kebiasaan mereka menyembah sesuatu buatan mereka sendiri seperti patung atau menyembah matahari dan benda-benda lainnya yang mempunyai kelebihan. Tuhan itu hanya satu yaitu Allah, sedang benda-benda tersebut adalah ciptaan-Nya. Itu semua merupakan tanda-tanda kebesaran Allah.
Masyarakat Arab pra-Islam mempunyai dua sifat sekaligus, positif dan negatif. Mereka dipengaruhi dan dibentuk oleh situasi dan kondisi alam jazirah Arab. Manusia menurut alam kodratnya sendiri diciptakan Tuhan lengkap dengan unsur-unsur kemanusiaannya. Betapapun negatifnya sebagai sifat-sifat masyarakat bangsa Arab pra-Islam itu, mereka memiliki unsur-unsur dan sifat-sifat positif sebagaimana manusia.
B.     Muhammad SAW. Sebelum Menjadi Nabi dan Rasul
           
Baginda lahir dari Keturunan Quraisy . Nabi Muhammad telah diputerakan di Makkah, pada hari Isnain, 12 Rabiulawal (20 April 571M). Ibu baginda, yaitu Aminah binti Wahab, adalah anak perempuan kepada Wahab bin Abdul Manaf dari keluarga Zahrah. Ayahnya, Abdullah, ialah anak kepada Abdul Muthalib. Keturunannya bersusur galur dari Nabi Ismail, anak kepada Nabi Ibrahim kira-kira dalam keturunan keempat puluh.

Lihat gambar berikut ;
Ayahnya telah meninggal sebelum kelahiran baginda. Sementara ibunya meninggal ketika baginda berusia kira-kira enam tahun, menjadikannya seorang anak yatim piatu. Menurut tradisi keluarga atasan Mekah, baginda telah dipelihara oleh seorang ibu angkat (ibu susu:-wanita yang menyusukan baginda) yang bernama Halimahtus Sa'adiah ﺣﻠﻤﺔ ﺍﻟﺴﻌﺪﻳﻪ di kampung halamannya di pegunungan selama beberapa tahun. Dalam tahun-tahun itu, baginda telah dibawa ke Makkah untuk mengunjungi ibunya. Setelah ibunya meninggal, baginda dijaga oleh datuknya, Abdul Muthalib. Apabila datuknya meninggal, baginda dijaga oleh bapa saudaranya, Abu Talib. Ketika inilah baginda sering kali membantu mengembala kambing-kambing bapa saudaranya di sekitar Mekkah dan kerap menemani bapa saudaranya dalam urusan perdagangan ke Syam ( Syria).
            Sejak kecil, baginda tidak pernah menyembah berhala dan tidak pernah terlibat dengan kehidupan sosial arab jahiliyyah yang merusakkan dan penuh kekufuran.
Dalam masa remajanya, Nabi Muhammad percaya sepenuhnya dengan keesaan Allah. Baginda hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat angkuh dan bongkak. Baginda menyayangi orang-orang miskin, para janda dan anak-anak yatim serta berkongsi penderitaan mereka dengan berusaha menolong mereka. Baginda juga menghindari semua kejahatan yang menjadi amalan biasa di kalangan para belia pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga beliau dikenali sebagai As Saadiq (yang benar) dan Al Amin (yang amanah). Baginda sentiasa dipercayai sebagai orang tengah kepada dua pihak yang bertelingkah di kampung halamannya di Mekah.
C.    Dakwah Nabi Muhammad SAW. Setelah Menjadi Rasul
1.     Rasulullah SAW pada periode Mekkah -Masyarakat Arab Jahiliyah Periode Mekah
     
Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau masyarakat yang masih berada dalam kebodohan. Dalam bidang agama, umumnya masyarakat Arab waktu itu sudah menyimpang jauh dari ajaran agama tauhid, yang telah diajarkan oleh para rasul terdahulu, seperti Nabi Adam A.S. Mereka umumnya beragama watsani atau agama penyembah berhala. Berhala-berhala yang mereka puja itu mereka letakkan di Ka’bah (Baitullah = rumah Allah SWT). Di antara berhala-berhala yang termahsyur bernama: Ma’abi, Hubai, Khuza’ah, Lata, Uzza dan Manar. Selain itu ada pula sebagian masyarakat Arab Jahiliyah yang menyembah malaikat dan bintang yang dilakukan kaum Sabi’in.
2.     Pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul
      Pengangkatan Muhammad sebagai nabi atau rasul Allah SWT, terjadi pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah (610 M) tatkala beliau sedang bertahannus di Gua Hira, waktu itu beliau genap berusia 40 tahun. Gua Hira terletak di Jabal Nur, beberapa kilo meter sebelah utara kota Mekah.
      Muhamad diangkat Allah SWT, sebagai nabi atau rasul-Nya ditandai dengan turunnya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu yang pertama kali yakni Al-Qur’an Surah Al-‘Alaq, 96: 1-5.
ù&tø%$# ÉOó$$Î/ y7În/u Ï%©!$# t,n=y{ ÇÊÈ   t,n=y{ z`»|¡SM}$# ô`ÏB @,n=tã ÇËÈ   ù&tø%$# y7š/uur ãPtø.F{$# ÇÌÈ   Ï%©!$# zO¯=tæ ÉOn=s)ø9$$Î/ ÇÍÈ   zO¯=tæ z`»|¡SM}$# $tB óOs9 ÷Ls>÷ètƒ ÇÎÈ  
1. bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam[1589],
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
 Turunnya ayat Al-Qur’an pertama tersebut, dalam sejarah Islam dinamakan Nuzul Al-Qur’an. Menurut sebagian ulama, setelah turun wahyu pertama (Q.S. Al-‘Alaq: 1-5) turun pula Surah Al-Mudassir: 1-7,
$pkšr'¯»tƒ ãÏoO£ßJø9$# ÇÊÈ   óOè% öÉRr'sù ÇËÈ   y7­/uur ÷ŽÉi9s3sù ÇÌÈ   y7t/$uÏOur öÎdgsÜsù ÇÍÈ   tô_9$#ur öàf÷d$$sù ÇÎÈ   Ÿwur `ãYôJs? çŽÏYõ3tGó¡n@ ÇÏÈ   šÎh/tÏ9ur ÷ŽÉ9ô¹$$sù ÇÐÈ
1. Hai orang yang berkemul (berselimut),
2. bangunlah, lalu berilah peringatan!
3. dan Tuhanmu agungkanlah!
4. dan pakaianmu bersihkanlah,
5. dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
6. dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
7. dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
            Yang berisi perintah Allah SWT agar Nabi Muhammad berdakwah menyiarkan ajaran Islam kepada umat manusia. Setelah itu, tatkala Nabi Muhammad SAW berada di Mekah (periode Mekah) selama 13 tahun (610-622 M), secara berangsur-angsur telah diturunkan kepada beliau, wahyu berupa Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, yang meliputi 89 surah. Surah-surah yang diturunkan pada periode Mekah dinamakan Surah Makkiyyah.
3.     Ajaran Islam Periode Mekah
Ajaran Islam periode Mekah, yang harus didakwahkan Rasulullah SAW di awal kenabiannya adalah sebagai berikut:
a. Keesaan Allah SWT
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
c. Kesucian jiwa
d. Persaudaraan dan Persatuan
4.     Strategi Dakwah Rasulullah SAW periode Mekkah
Tujuan dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekah adalah agar masyarakat Arab meninggalkan kejahiliyahannya di bidang agama, moral dan hokum, sehingga menjadi umat yang meyakini kebenaran kerasulan nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi dakwah Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuan yang luhur tersebut sebagai berikut:

1. Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun
Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya. Mengenai orang-orang yang telah memenuhi seruan dakwah Rasulullah SAW tersebut adalah: Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah SAW, wafat tahun ke-10 dari kenabian), Ali bin Abu Thalib (saudara sepupu Rasulullah SAW yang tinggal serumah dengannya), Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah SAW), Abu Bakar Ash-Shiddiq (sahabat dekat Rasulullah SAW) dan Ummu Aiman (pengasuh Rasulullah SAW pada waktu kecil).
Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berdakwah ajaran Islam sehingga ternyata beberapa orang kawan dekatnya menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:

۞    Abdul Amar dari Bani Zuhrah
۞    Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris
۞    Utsman bin Affan
۞    Zubair bin Awam
۞    Sa’ad bin Abu Waqqas
۞    Thalhah bin Ubaidillah.
Orang-orang yang masuk Islam, pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi, yang namanya sudah disebutkan d atas disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk Islam generasi awal).    

2. Dakwah secara terang-terangan

Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang-terangan. Wahyu tersebut berupa ayat Al-Qur’an
öÉRr&ur y7s?uŽÏ±tã šúüÎ/tø%F{$# ÇËÊÍÈ   ôÙÏÿ÷z$#ur y7yn$uZy_ Ç`yJÏ9 y7yèt7¨?$# z`ÏB šúüÏZÏB÷sßJø9$# ÇËÊÎÈ   ÷bÎ*sù x8öq|Átã ö@à)sù ÎoTÎ) Öäü̍t/ $£JÏiB tbqè=yJ÷ès? ÇËÊÏÈ 
214. dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,
215. dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu    orang-orang yang beriman.
   216. jika mereka mendurhakaimu Maka Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak   bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan";
Tahap-tahap dakwah Rasulullah SAW secara terang-terangan ini antara lain sebaga berikut:
1.      Mengundang kaum kerabat keturunan dari Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak agar masuk Islam. Walau banyak yang belum menerima agama Islam, ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sudah masuk Islam, tetapi merahasiakannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah.
2.      Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat tinggal di sekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa.
Pada periode dakwah secara terang-terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dari kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu: Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi SAW) dan Umar bin Khattab. Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam pada tahun ke-6 dari kenabian, sedangkan Umar bin Khattab (581-644 M).
Rasulullah SAW menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah. Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
۞    Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum Giffar.
۞    Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus.
۞    Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yastrib (Madinah).
Gelombang pertama tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6 orang. Gelombang kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih banyak lagi. Diantaranya Abu Jabir Abdullah bin Amr, pimpinan kaum Salamah.
Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga ini, terjadi pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah tersebut merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela Rasulullah SAW. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya agar berhijrah ke Yatsrib.

3.      Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW

Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni:
1.      Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
2.      Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
3.      Kaum kafir Quraisy menilak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidupa bermasyarakat warisan leluhur mereka.
4.      Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.
Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain:
۞    Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perikemanusiaan.
۞    Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala.
Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M.
                Suatu saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di Mekah sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi.
Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.
Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita).

4.      Orang-Orang yang Pertama Kali Masuk Islam
        
Dakwah Rasulullah saw yang sembunyi-sembunyi berhasil membuat beberapa orangmasuk Islam yang disebut As-Sabiqunal Awwalun (yang pertama dan terdahulu) masuk Islam. Mereka itu adalah : Khadijah binti Kuwailid (istri Rasulullah saw.) Ali bin Abi Talib,Zaid bin Harisah, dan Abu Bakar As-Sidiq.
         Kemudian menyusul Umar bin Affan, Zubair bin Awwan, Abdul Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqas, dan Thalhah bin Ubaidillah yang kesemuanya hasil dakwah Abu Bakar as-Sidiq. Kemudian menyusul Bilal bin Rabah, Abu Ubaidillah, Amir bin Jarrah, Abu Salamahbin Abdul Asad, Al Arqam bin Abil Arqam, dan lain-lain. Rumah Al Arqam bin Abil Arqamdijadikan pusat pengajaran Al-Qur’an.

5.       Misi Dakwah Nabi Muhammad saw.
        
Dengan kesabarannya, Rasulullah saw. Mendapat pengiku walau baru beberapa orangyang masuk agama Islam. Perjuangan dakwah ini membutuhkan waktu yang lama untuk membentuk manusia yang beriman kepada Allah Swt.Setelah diperjuangkan oleh Rasulullah saw. Selama lebih kurang 13 tahun di Mekah, islam menjadi agama pilihan orang-orang di Jazirah Arab. Kedatangan islam di Jazirah Arab benar-benar menjadi rahmat bagi Bangsa Arab. Mereka yang tadinya bercerai-berai salingbermusuhan berhasil diastukan oleh satu tujuan mulia, yaitu Dinul Islam. Selama lebihkurang 23 tahun agama Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad saw. Dengan pengorbananyang luar biasa. Rasulullah saw. Berjuang dengan jiwa, tenaga dan hartanya demi keyakinanIslam. Islam menjadi Agama yang sempurna sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah Swt.Dalam Firman-Nya :

 
ôMtBÌhãm ãNä3øn=tæ èptGøŠyJø9$# ãP¤$!$#ur ãNøtm:ur ͍ƒÌYσø:$# !$tBur ¨@Ïdé& ÎŽötóÏ9 «!$# ¾ÏmÎ/ èps)ÏZy÷ZßJø9$#ur äosŒqè%öqyJø9$#ur èptƒÏjŠuŽtIßJø9$#ur èpysÏܨZ9$#ur !$tBur Ÿ@x.r& ßìç7¡¡9$# žwÎ) $tB ÷LäêøŠ©.sŒ $tBur yxÎ/èŒ n?tã É=ÝÁZ9$# br&ur (#qßJÅ¡ø)tFó¡s? ÉO»s9øF{$$Î/ 4 öNä3Ï9ºsŒ î,ó¡Ïù 3 tPöquø9$# }§Í³tƒ tûïÏ%©!$# (#rãxÿx. `ÏB öNä3ÏZƒÏŠ Ÿxsù öNèdöqt±øƒrB Èböqt±÷z$#ur 4 tPöquø9$# àMù=yJø.r& öNä3s9 öNä3oYƒÏŠ àMôJoÿøCr&ur öNä3øn=tæ ÓÉLyJ÷èÏR àMŠÅÊuur ãNä3s9 zN»n=óM}$# $YYƒÏŠ 4 Ç`yJsù §äÜôÊ$# Îû >p|ÁuKøƒxC uŽöxî 7#ÏR$yftGãB 5OøO\b}   ¨bÎ*sù ©!$# Öqàÿxî ÒOÏm§ ÇÌÈ
5.   diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini[397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Islam adalah agama yang sempurna karena sebagai berikut.

1.     Agama Islam merupakan agama untuk seluruh manusia,. Berbeda halnya dengan agama samawi sebelumnya, terbatas hanya untuk satu kaum saja.
2.      Ajaran Islam meliputi semua aspek kehidupan.
3.    Agama Islam berfungsi sebagai Rahmatan lil alamin.

 Dengan ayat tersebut, misi atau dakwah Nabi Muhammad saw. Untuk menyampaikan Islam telah selesai. Nabi Muhammad saw. Menerima wahyu terakhir itu satu tahun sebelumbeliau melakukan haji wada’ (haji perpisahan) yang diikuti oleh lebih kurang 100.000 kaum muslimin. Dihadapan ratusan ribu jamaah itu Rasulullah saw. Mengucapkan pidato penting dan mempunyai nilai-nilai bagi kaum muslimin.
Menurut ahli sejarah, ayat tersebut merupakan wahyu terakhirnya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Setelah ayat itu dibacakan oleh Nabi Muhammad saw. Abu Bakar as-Sidiq menangis. Lalu Nabi Muhammad saw. Bertanya tentang apa yang menyebabkannya menangis. Abu Bakar As-Sidiq menjawab bahwa sesuatu yang telah sempurna tidak ada lagi. Jawaban Abu Bakar As-Sidiq itu dibenarkan olehRasulullah saw. Setelah turunya ayat tersebut, tidak lama kemudian beliau wafat. Selama lebih kurang 23 tahun beliau menunaikan tugas sebagai Rasul. Menyampaikan berita gembira dan membawa peringatan untuk semua mahluk di dunia ini.Perhatikan firman Allah Swt. Sebagai berikut!

!$tBur y7»oYù=yör& žwÎ) Zp©ù!$Ÿ2 Ĩ$¨Y=Ïj9 #ZŽÏ±o0 #\ƒÉtRur £`Å3»s9ur uŽsYò2r& Ĩ$¨Z9$# Ÿw šcqßJn=ôètƒ ÇËÑÈ
28. dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.
         Demikianlah Nabi Muhammad saw. Diutus bukanlah untuk satu golongan bangsa Arab saja, melainkan untuk semua bangsa dengan tidak mengenal warna kulit, suku atau keturunan. Semua umat Nabi Muhammad saw. Sama, yaitu mereka harus taat dan patuh terhadap ajarannya. Bagi yang patuh akan memperoleh balasan baik dan bagi yang tidak patuh akan memperoleh ganjaran di akhirat, berupa siksa.

5.         Manfaat dari Dakwah Rasulullah saw. Di Makkah.
                       
Beberapa manfaat yang dapat kita ambil dari dakwah Rasulullah saw. Adalah sebagai berikut.
1.     Iman kepada Allah Swt. Yang kuat dan beramal kebaikan.
2.     Tanggung jawab dan cita-cita yang mulia untuk berdakwah.
3.     Ketabahan dan keteguhan hati (bersabar).


1 komentar:

  1. Saya sangat berterima kasih banyak MBAH RAWA GUMPALA atas bantuan pesugihan dana ghaib nya kini kehidupan kami sekeluarga sudah jauh lebih baik dari sebelumnya,ternyata apa yang tertulis didalam blok MBAH RAWA GUMPALA itu semuanya benar benar terbukti dan saya adalah salah satunya orang yang sudah membuktikannya sendiri,usaha yang dulunya bangkrut kini alhamdulillah sekaran sudah mulai bangkit lagi itu semua berkat bantuan beliau,saya tidak pernah menyangka kalau saya sudah bisa sesukses ini dan kami sekeluarga tidak akan pernah melupakan kebaikan MBAH,,bagi anda yang ingin dibantu sama MBAH RAWA GUMPALA silahkan hubungi MBAH di 085 316 106 111 insya allah beliau akan membantu anda dengan senang hati,pesugihan ini tanpa resiko apapun dan untuk lebih jelasnya buka saja blok MBAH PESUGIHAN DANA GHAIB


    BalasHapus