Laman

Minggu, 09 November 2014

Contoh Drama



NASKAH DRAMA
diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia
oleh
-   Firli Roshafira
-   Melani Putri Mentari
-   M. Reza F
-   Rizki Amalia Nurfadhilah
-   Sri Noviantina
-   Yolanda Dwi Purnama
-   Yolanda Indah Irawanty
     Kelompok
        X-MIA 6





DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 1 SUMEDANG
Jln. Prabu Geusan Ulun No. 39 Sumedang Telp. (0261) 201850
2014/2015

Remaja merupakan bagian dari masyarakat yang menjadi aset masa depan bangsa. Namun bagaimana jika perilaku remaja malah menyimpang dari seharusnya?, tentunya akan mengurangi aset bangsa.
SIM ITU PENTING
Tokoh dan Penokohan              
Aila               :       Baik hati, mudah menangis
Meisya          :                             Suka berbicara fakta, suka melawan
Salsa            :    Mudah terpengaruh
Yurike         :                                     Mudah marah, Egois
Bu Laskmi   :                                     Baik hati, Bijaksana
Bu Dokter    :                                     Baik
Pak Polisi     :                                     Tegas, Baik
Salsa, Yurike, Meisya dan Aila adalah teman sekelas. Namun, Salsa dan Yurike dikenal tidak pernah akur dengan Mesiya dan Aila. Suatu hari Salsa dan Yurike membawa motor ke Sekolah.
*Di Parkiran*
Salsa            : “Eh Loe Ke, tau ga? Tadi dijalan ada operasi!” sambil membuka helmnya.
Yurike         : “Tau Sal, soalnya tadi gue hampir aja kena operasi untung gue langsung ngebut hahaha.. Loe gimana kena?” sambil jalan menuju kelas
Salsa            : “Enggalah haha, tadi gue balik arah terus jalan ke gang de haha.” Tertawa bangga.
Yurike         : “Ohahaha keren loe untung ga nyasar.” sambil menepuk punggung Salsa.
Salsa            : “Haha iya gue kan pake google maps.”
*Di Kelas*
Alia             : “Tumben kalian bawa motor.”  Heran
Salsa            : “Emang kenapa? Hak kita dong.” Dengan Mata tajam
Yurike         : “Iya, loe kenapa ngiri? Hah?” Mendorong pundak Aila hingga jatuh.
Aila             : “Iya ko gapapa hak kalian.” Menahan tangisnya
Yurike         : “Uh dasar loe ngiri terus makannya beli dong!”  Dengan nada tinggi.
Salsa            : “Iya beli! Minta motor atau sekalian mobil sana kan orangtua kamu kaya katanya!” Menunjuk-nunjuk sambil tertawa sengit.
Meisya         : *Membantu Aila untuk bangkit* “Eh eh kalian kenapa sih jadi sewot gituh? Padahala diakan Cuma nanya aja!” Nada tinggi seperti menantang.
Yurike         : “Eh ini lagi satu lagi.” Nada tinggi.
Saat mereka sedang berdebat Bel masuk berbunyi dan Bu Laksmi pun datang
Aila             : “Eh sudah-sudah itu Bu Laksmi datang!” Sembari menuju ke bangkunya.
Anak-anak   : *menuju bangkunya masing-masing* “Assalamualaikum wr.wb.”
Bu Laksmi   : “Waalaikumsallam wr.wb. Selamat pagi Anak-anak!” Menyapa.
Anak-anak   : “Pagi Bu..!” Menjawab serentak.
Bu Laksmi   : “Ibu dengar tadi ada yang ribut-ribut. Ada apa?” Bertanya heran.
Salsa            : “Engga ko Bu gaada apa-apa!” Mencoba menutupi sesuatu.
Yurike         : “Iya Bu bener gaada apa-apa!” *Meyakinkan Bu Laksmi*, “Iya kan Aila?” *Menginjak kaki Aila*
Aila             : *Gugup sambil menahan sakit kakinya* “I...I..Iya bu kita baik-baik saja ko.” Tersenyum.
Bu Laksmi   : “Kearah Meisya* “Apa benar begitu Meisya?”
Meisya         : “Dengan santai* “Bohong Bu, tadi Salsa dan Yurike marah-marah dan mendorong Aila sampai jatuh gara-gara Aila nanya kenapa hari ini Salsa dan Yurike bawa motor ke Sekolah!”
Salsa            : “Uh dasar Tukang ngadu” *Menyeringai*
Yurike         : *Kaget* “Etdah.”
Bu Laksmi   : “Kenapa kalian bohong sama Ibu?” *kecewa*
Aila             : *Merasa bersalah* Maafkan saya Bu, tapi benar saya tidak apa-apa.”
Salsa            : “Maaf Bu”
Yurike         : “Maaf Bu, kita gasengaja”
Bu Laksmi   : “Oke untuk kali ini Ibu maafkan kalian.” Tersenyum kembali.
Aila             : “Terimakasih bu.”
Bu Laksmi   : “Dan untuk kalian Salsa, Yurike, kenapa hari ini kalian bawa motor ke Sekolah?” Bertanya heran.
Meisya         : *Agak teriak* “Jawab oy jawab noh!”
Aila             : “Sya sudah!” *Melarang*
Meisya         : “Abisnya mereka ngeselin mulu.” *Muka kesal*
Bu Laksmi   : “Ayo jawab pertanyaan Ibu!” *Meninggikan suaranya*
Salsa            : *Memberanikan menjawab* “Hari ini saya telat bangun Bu, terus kalo naik angkot nanti telat. Jadi saya bawa motor.”
Bu Laksmi   : *Mengangguk-angguk* “Dan kamu Yurike?”
Yurike         : “Kalo saya....eeee...saya... saya juga sama Bu kesiangan.” *Gugup*
Meisya         : *Meledek* “Ah kamu Yurike engga jawaban PR jawaban ulangan ngejawab pertanyaan ini aja Copast jawaban orang lain hahaha.”
Aila             : “Astagfirullah Meisya sudah jangan terus memanasi dia!” *Melarang*
Salsa            : *Tertawa*
Yurike         : *Tersindir dan Marah* “Apa Loe bilang hah Meisya? Loe juga Salsa ketapa ngetawain gue?”
Aila             : “Tuhkan Sya..” *berbisik*
Meisya         : “Masa bodo ah haha..” *tertawa puas*
Salsa            : “Tapi bener haha..” *Ikut tertawa*
Bu Laksmi   : “Sudah-sudah diam semuanya” *Memukul meja*
Anak-anak   : *Hening*
Bu Laksmi   : “Salsa, Yurike kalo memang kalian tadi kesiangan nanti malam kalian tidur lebih awal agar bangunnyapun lebih pagi!” tegas Bu Laksmi.
Salsa            : “Iya Bu.” *Mengangguk*
Yurike         : “Tapi Bu, kan banyak tugas jadi ngerjain sampe malem.” *Menyangkal*
Meisya         : *Meledek* “Tugas suka nyontek sama ngerjain di Sekolah juga sosoan ngerjain dirumah huh”
Aila             : “Sya, aslinya kamu gabisa diem banget ih!” *Agak kesal*
Yurike         : “Eh diem Loe!” *Mendelik*
Meisya         : “Suka-suka haha... itukan fakta!” *Membalas*
Bu Laksmi   : *Kembali memukul meja* “Anak-anak tolong hargai Ibu. Ibu disini tidak akan menyalahkan siapa-siapa Ibu hanya ingin memberi amanat pada kalian semua jika PR itu artinya Pekerjaan Rumah dan harusnya dikerjakan dirumah atau diskusikan dengan yang lainnya kalau-kalau belum mengerti namun jangan sampai menyalin pekerjaan orang lain!”
Anak-anak   : “Mengerti Bu.” *Serentak*
Bu Laksmi   : “Dan satu lagi masalah bawa motor ke sekolah, boleh-boleh saja namun hati-hati jangan lupa kalian pakai Helm, bawa STNK, harus punya SIM dan jangan ugal-ugalan. Intinya jangan melanggar aturan lalu lintas!, karena tadi bisa saja Polantas dengan tiba-tiba mengadakan operasi seperti tadi pagi.”
Anak-anak   : “Iya Bu.” *Serentak*
Bu Laksmi : “Yasudah kalo begitu kita mulai materi kita hari ini! Buka buku paket halaman 69!”
KBM pun dimulai hingga saat istirahatpun tiba
Yurike         : “Heh Meisya! Dasar ya mulut loe gabisa dijaga!” *marah*
Meisya         : “Heh Aku tuh ngomong sesuai fakta tau!” *membalas*
Salsa            : “Udahlah Ke, yu mending kita ke kantin daripada ngomong sama si Tukang Ngadu!” *ketus*
Yurike         : “Oh Iya, entar kita diceramahin Bu Laksmi lagi!” *menyeringai*
Aila             : “Tuhkan Sya, Aku bilang apa. Kamu sih...” *menggeleng-gelengkan kepala*
Meisya         : “Gapapalah yang penting aku puas” *Tertawa*
Bel masuk berbunyi, anak-anak masuk kelas dan kembali memulai KBM hingga akhirnya bel pulangpun berbunyi
Aila             : *Berjalan menuju gerbang* “Jadikan kita beli buku ke Gramedia?
Meisya         : “Jadi dong, Aku pulang dulu ya, mau ganti baju sama izin dulu sama orangtua.”
Aila             : “Okey Aku tunggu dirumah Aku ya, aku pulang duluan.. bye..” *Melaimbaikan tangan*
Meisya         : “Sip. Bye..” *Membalas*
Sementara itu di parkiran
Yurike         : “Sal, Loe mau ikut ga? Kita main yuuu” ajak Yurike
Salsa            : “Main kemana Ke? Kapan?” tanyanya
Yurike         : “Kemana aja yang penting sekarang kita bisa senang-senang kan besok libur” ajaknya
Salsa            : “Tapi Aku belum izin terus ini masih pake baju sekolah, masa main?”
Yurike         : “Ah kita kan udah gede gausah izin segala, yuuu sal kita cabut” ajaknya
Salsa            : “Yaudah deh yuu”
Salsa dan Yurike pun pergi entah kemana, mereka pergi tanpa tujuan sepanjang jalan motor mereka bergandengan, mereka mengobrol dan parahnya mereka tidak menggunakan helm karena helmnya mereka jinjing di tangan kiri mereka. Mereka terus tertawa sepanjang perjalanan hingga suatu kejadian tak diduga pun tiba.. dan
*Brakkkkk...........Tiiiiiitttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt*
Dua buah sepeda motor jatuh tersenggol truk tronton, dan seketika orang-orang disekitar langsung mengerumuninya, dan tidak sengaja Aila dan Meisya melintas dan melihat banyak orang berkerumun kemudian mereka berhenti dan menuju kerumunan tersebut.
Aila             : “Ayo cepat Sya, aku penasaran” sambil lari kecil
Meisya         : “Iya bentar” *mengikuti Aila*
Aila             : “Innalilahi..” *terkejut*
Meisya         : “Astagfirullah Yurike-Salsa!” *terkejut*
Aila             : “Pak, Bu tolong bantu saya masukan mereka ke mobil saya, saya akan membawanya ke RS”
*Sesampainya di RS*
Bu Dokter    : “Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan mereka.” *Meyakinkan*
Aila             : “Iya dok tolong ya.” *memelas*
Bu Dokter    : “Pasti, do’akan saja”
Meisya         : “Aila, gimana ini? Kita gapunya nomor hp orangtua mereka.” *bingung*
Aila             : “Oh iya... mmmmm Bu Laksmi ya Bu Laksmi.” *Langsung menelpon Bu Laksmi*
Bu Laksmi   : “Iya hallo Assalamualaikum.”
Aila             : “Hallo Bu, Waalaikumsallam. Bu maaf saya mengganggu, Ibu bisa tidak sekarang ke RS Bhakti Kencana? Yurike dan Salsa kecelakaan Bu, saya dan Meisya bingung karena kami tidak punya nomor HP orangtua mereka.” *sambil menangis*
Bu Laksmi   : *kaget* “Kecelakaan? Innalillahi..Iya sekarang juga Ibu kesana, kalian tunggu dulu ya.” *buru-buru*
*Dirumah Bu Laksmi*
Pak Polisi     : “Bu mau kemana? Sore-sore gini udah siap.” Tanyanya heran
Bu Laksmi   : “Ituloh Pak murid Ibu kecelakaan.”
Pak Polisi     : “Kecelakaan? Wah kenapa bisa Bu?” tanyanya lagi
Bu Laksmi   : “Ibu juga tidak tahu Pak, kalau Bapak mau tahu ya Bapak ikut Ibu saja.” Ajaknya
Pak Polisi     : “Yasudah saya ikut Bu!”
*Di Rumah Sakit*
Meisya         : “Gimana?”
Aila             : “Bu Laksmi otw.”
Meisya         : “Syukurlah.”
Beberapa saat kemudian Bu Laksmi dan Pak Polisi tiba di Rumah Sakit namun Bu Dokter belum juga keluar dari ruangan
Bu laksmi     : “Aila, Meisya bagaimana keadaan Salsa dan Yurike?” *tanyanya cemas*
Aila             : “Mereka masih didalam Bu.”
Pak Polisi     : “Kalau Bapak boleh tahu mengapa kecelakaan ini bisa terjadi?”
Meisya         : “Kami juga tidak tahu Pak, karena tadi kami tidak sengaja lewat dan melihat kerumunan orang ternyata.....”
Tiba-tiba Bu Dokter keluar dari ruangan
Bu Laksmi   : “Bu bagaimana keadaan kedua murid saya?”
Bu Dokter    : “Alhamdulillah mereka sekarang sudah sadarkan diri, sekarang pasien dapat dijenguk!” *mempersilahkan*
Bu Laksmi   : “Salsa, Yurike kalian tidak apa-apa?”
Salsa            : “Saya sudah merasa lebih baik Bu.”
Yurike         : “Loh ko, ada mereka Bu?, mau ngapain mereka kesini? Pasti mau ngatain kitakan gara-gara kita celaka.” *kiranya*
Pak Polisi     : “Hey Nak, jaga bicaramu! Temanmu itu yang telah membawamu kesini jika kamu tidak dibawa kesini mungkin hal lain dapat terjadi.”
Yurike         : “Ah saya tidak percara!”
Bu Dokter    : “Benar de, kedua teman ade ini yang telah membawa ade kesini.”
Salsa            : “Benar begitu Aila, Meisya?”
Aila             : *Mengangguk sambil tersenyum* “Iya.”
Meisya         : “Yagitudeh Cuma ya yang dibantunya aja gatau terimakasih!” *sinis*
Salsa            : “Kenapa kalian begitu baik, padahal kita selalu jahat. Maaf ya selama ini kita selalu bikin kalian BT, makasih ya sekali lagi.”
Yurike         : “Maafin aku juga ya, aku sadar ko kalian itu ternyata teman yang baik.” *menyesal*
Aila             : “Kita sudah memaafkan kalian ko, J
Bu Laksmi   : “Nah begitu kalian sekarang berteman ya, jangan ribut lagi.”
Anak-anak   : “Siap Bu!” *serentak*
Pak Polisi     : “Oh iya Yurike sama Salsa kan yang sudah berani naik motor tapi gapake helm?”
Salsa            : “I...Iya Pak kenapa?”
Pak Polisi     : “Apa kalian sudah memiliki SIM?”
Yurike         : “Kalo saya belum Pak, tahun depan baru saya punya SIM.”
Salsa            : “Saya juga belum Pak.”
Pak Polisi     : “Nah apa kalian tahu SIM itu penting?”
Yurike         : “Di buku sih katanya penting Pak.”
Pak Polisi     : “Nah biar kejadian ini tidak terulang lagi kalian harus tahu terlebih dahulu syarat-syarat berkendara yang salah satunya memakai Helm dan harus memiliki SIM!” jelasnya
Salsa            : “Lalu Pak, bagaiamana cara pembuatan SIM itu biar kita lebih mudah mendapatkannya?”
Yurike         : “Syarat-syarat punya SIM juga sekalian Pak jelasin ya hehehe”
Pak Polisi     : “Baik, baik, memang sudah menjadi tugas saya” *menjelaskan cara mengurus SIM*
Aila             : “Oh jadi seperti itu ya Pak.”
Pak Polisi     : “Iya, jadi usia kalian ini sebenarnya belum cocok berekendara.”
Salsa            : “Yasudah Pak saya sekarang engga bakal naik kendaraan sebelum punya SIM.”
Pak Polisi     : “Sebenarnya boleh saja hanya memang sih lebih baik jangan dulu sebelum 17 tahun oke.”
Anak-anak   : “Oke Pak, Siap!”
Bu Laksmi   : “Nah sekarang kalin tahu kan kenapa tadi pagi disekolah Ibu beri amanat dikelas untuk apa?”
Yurike         : “Iya Bu, saya baru sadar.”
Bu Dokter    : “Maaf Bu, Pak. Kalau ade-ade ini sudah tidak merasa pusing lagi mereka sudah boleh pulang!”
Bu Laksmi   : “Oh Iya terimakasih Dok!”
Bu Dokter    : “Ya sama-sama, saya permisi dulu!”
Pak Polisi     : “Masih mau disini atau mau pulang?”
Yurike         : “Pulang dong Pak!”
Pak Polisi     : “Yasudah ayoo bangun!, Bapak dan Ibu akan antar kalian kerumah masing-masing”
Salsa            : “Akhirnya pulang kerumah.”
Bu Laksmi   : “Aila,Meisya kalian mau bareng Ibu atau gimana?”
Aila             : “Saya dan Meisya sudah dijemput supir Bu, Ibu tidak usah khawatir.”
Bu Laksmi   : “Ya sudah kalau begitu, Ibu duluan ya.. Assalamualaikum.”
Meisya-Aila: “Waalikumsallam.”
Bu Laksmi dan Pak Polisi pun mengantar pulang Yurike dan Salsa kerumah mereka masing-masing. Sedangakan Meisya dan Aila menunggu jemputan supir.
Dari drama diatas bisa kita lihat jika SIM Itu Memang Penting dan memang penyimpangan perilaku remaja dapat berakibat pada kurangnya aset masa depan bangsa dikarenakan hilangnya generasi muda diakibatkan meninggal karena kecelakaan lalu lintas diantaranya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar